Anemia ( all about )

Definisi Anemia

Anemia adalah kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Tingkat normal dari hemoglobin umumnya berbeda pada laki-laki dan wanita-wanita. Untuk laki-laki, anemia secara khas ditetapkan sebagai tingkat hemoglobin yang kurang dari 13.5 gram/100ml dan pada wanita-wanita sebagai hemoglobin yang kurang dari 12.0 gram/100ml. Definisi-definisi ini mungkin bervariasi sedikit tergantung pada acuan sumber dan laboratorium yang digunakan.

Penyebab Anemia

Segala proses yang dapat mengganggu masa kehidupan normal dari sel darah merah mungkin menyebabkan anemia. Masa kehidupan normal dari sel darah merah secara khas adalah sekitar 120 hari. Sel-sel darah merah dibuat di sumsum tulang (bone marrow).

Anemia pada dasarnya disebabkan melalui dua jalan-jalan dasar. Anemia disebabkan:

  1. oleh pengurangan produksi sel darah merah atau hemoglobin, atau
  2. oleh kehilangan atau penghancuran darah.

Sebagai kliasifikasi-klasifikasi yang lebih umum dari anemia (hemoglobin yang rendah) berdasarkan pada MCV, atau volume dari sel-sel darah merah individu.

  1. Jika MCV rendah (kurang dari 80), anemia dikategorikan sebagai microcytic anemia (volume sel yang rendah).
  2. Jika MCV didalam batasan normal (80-100), ia disebut normocytic anemia (volume sel yang normal).
  3. Jika MCV tinggi, maka ia disebut macrocytic anemia (volume sel yang besar).

Melihat pada setiap komponen-komponen dari complete blood count (CBC), terutama MCV, dokter dapat mengumpulkan petunjuk-petunjuk seperti apa yang menjadi sebab yang paling umum untuk anemia.

Penyebab Lain

Beberapa dari penyebab-penyabab yang paling umum termasuk:

  • Kekurangan vitamin B12 mungkin menyebabkan pernicious anemia. Tipe anemia ini dapat terjadi pada orang-orang yang tidak mampu menyerap vitamin B12 dari usus-usus mereka yang disebabkan oleh sejumlah sebab-sebab:
    • vegetarian-vegetarian yang ketat yang mungkin tidak mengambil suplemen-suplemen vitamin yang cukup, atau
    • peminum-peminum alkohol jangka panjang.
  • Ini secara khas menyebabkan macrocytic (volume sel yang besar) anemia. Vitamin B12, bersama dengan folate, terlibat dalam membuat molekul heme yang adalah bagian integral dari hemoglobin. Kekurangan folate dapat menjadi tertuduh dari anemia. Ini mungkin juga disebabkan oleh penyerapan yang tidak cukup, konsumsi yang kurang dari yang hijau-hijau, sayur-sayuran yang berdaun, dan juga penggunaan alkohol berat jangka panjang.

  • Dapat terjadi rupture dari sel-sel darah merah (hemolytic anemia) yang disebabkan oleh antibodi-antibodi yang melekat pada permukaan dari sel-sel marah (contohnya, penyakit hemolytic dari bayi yang baru dilahirkan dan pada banyak kondisi-kondisi lain).
  • Bermacam-macam penyakit-penyakit sumsum tulang yang luas dapat menyebabkan anemia.
    • Contohnya, kanker-kanker yang menyebar (metastasize) ke sumsum tulang (bone marrow), atau kanker-kanker dari sumsum tulang (seperti leukemia atau multiple myeloma) dapat menyebabkan sumsum tulang menghasilkan secara tidak cukup sel-sel darah merah, berakibat pada anemia.
    • Kemoterapi tertentu untuk kanker-kanker dapat juga menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan mengurangi produksi sel darah merah, berakibat pada anemia.
    • Infeksi-infeksi tertentu mungkin melibatkan sumsum tulang dan berakibat pada perusakan sumsum tulang dan anemia.
    • Akhirnya, pasien-pasien dengan gagal ginjal mungkin kekurangan hormon yang diperlukan untuk menstimulasi produksi sel darah merah oleh sumsum tulang (bone marrow).
  • Penyebab umum lain dari anemia disebut anemia dari penyakit kronis. Ini dapat secara khas terjadi pada individu-individu dengan penyakit-penyakit kronis yang berkepanjangan.
  • Beberapa obat-obat dapat menyebabkan anemia dalam keberagaman cara-cara.
  • Human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dapat menyebabkan anemia.

Dapatkah Kekurangan Besi Menyebabkan Anemia ?

Tentu saja! Ini karena zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin dan penting untuk fungsi yang baik darinya. Kehilangan darah yang kronis yang disebabkan oleh sebab apa saja adalah penyebab utama dari tingkat besi yang rendah dalam tubuh karena ia menipiskan cadangan besi tubuh untuk mengkompensasi kehilangan zat besi yang sedang berjalan. Anemia yang disebabkan oleh tingkat-tingkat besi yang rendah disebut anemia kekurangan besi. KeKurangan besi adalah penyebab yang sangat umum dari anemia.

Wanita-wanita lebih mungkin dari pada laki-laki mempunyai anemia kekurangan zat besi karena kehilangan darah setiap bulan melalui menstruasi yang normal. Ini umumnya tanpa segala gejala-gejala utama karena kehilangan darahnya relatif kecil dan sementara.

Anemia kekurangan besi dapat juga disebabkan oleh perdarahan kecil yang berulangkali, misalnya dari kanker kolon (usus besar) atau dari borok-borok (ulcers) lambung. Perdarahan borok lambung mungkin atau mungkin tidak diinduksi oleh obat-obat bahkan obat-obat tanpa resep yang sangat umum seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin). Pada bayi-bayi dan anak-anak muda, anemia kekurangan besi paling sering disebabkan oleh makanan (diet) yang kekurangan besi.

Interpretasi dari CBC mungkin menjurus pada petunjuk-petunjuk yang menyarankan tipe anemia ini. Contohnya, anemia kekurangan besi biasanya menyajikan low mean corpuscular volume (microcytic anemia) sebagai tambahan pada hemoglobin yang rendah.

Kehilangan Darah Akut (Tiba-Tiba) Sebagai Penyebab Anemia

Kehilangan darah akut dari perdarahan internal (seperti dari borok yang berdarah) atau perdarahan eksternal (seperti dari trauma) dapat menghasilkan anemia pada masa waktu yang singkatnya mengagumkan. Tipe anemia ini dapat berakibat pada gejala-gejala dan konsekwensi-konsekwensi yang parah jika tidak ditangani segera.

Dapatkah Anemia Diturunkan ?

Ya, anemia mungkin adalah genetik. Penyakit-penyakit yang diturunkan dapat memperpendek masa kehidupan dari sel darah merah dan menjurus pada anemia (contohnya, sickle cell anemia). Penyakit-penyakit turunan dapat juga menyebabkan anemia dengan memperburuk produksi hemoglobin (contohnya, alpha thalassemia dan beta thalassemia).

Tergantung pada derajat dari kelainan genetik, anemia-anemia turunan mungkin menyebabkan anemia yang ringan, sedang, atau parah. Kenyataannya, beberapa mungkin terlalu parah untuk menjadi harmonis dengan kehidupan dan mungkin berakibat pada kematian dari fetus (bayi yang belum dilahirkan). Pada sisi lain, beberapa dari anemia-anemia ini adalah begitu ringan sehingga mereka tidak tercatat dan secara kebetulan terungkap sewaktu pekerjaan darah rutin.

Gejala-Gejala Dari Anemia

Beberapa pasien-pasien dengan anemia tidak mempunyai gejala-gejala. Yang lain-lain dengan anemia mungkn merasa:

  • lelah,
  • mudah kelelahan,
  • nampak pucat,
  • mengembangkan palpitasi-palpitasi (perasaan dari jantung yang berdebar), dan
  • menjadi sesak napas.

Gejala-gejala tambahan mungkin termasuk:

  • kehilangan rambut,
  • malaise (perasaan umum dari tidak enak badan), dan
  • perburukan persoalan-persoalan jantung.

Adalah berharga untuk dicatat bahwa jika anemia berkepanjangan (chronic anemia), tubuh mungkin menyesuaikan pada tingkat-tingkat oksigen yang rendah dan individunya mungkin tidak merasa berbeda sampai anemia menjadi parah. Pada sisi lain, jika anemia terjadi secara cepat (acute anemia), pasien mungkin mengalami gejala-gejala signifikan yang relatif cepat.

Mendiagnosa Anemia

Anemia biasanya dideteksi atau paling sedikit dikonfirmasi dengan complete blood cell (CBC) count. Tes CBC mungkin diperintahkan oleh dokter sebagai bagian dari general check-up dan screening rutin atau berdasarkan pada tanda-tanda dan gejala-gejala klinis yang mungkin menyarankan anemia atau kelainan-kelainan darah lain.

Definisi Complete Blood Cell (CBC) Count

CBC adalah tes untuk menghitung dan memeriksa tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel dalam darah. Secara tradisi, analisa CBC dilakukan oleh dokter atau teknisi laboratorium dengan melihat kaca mikroskop yang disiapkan dari sample darah dibawah mikroslop. Sekarang ini, banyak dari kerja ini seringkali diotomatisasikan dan dilakukan oleh mesin-mesin. Pengukuran-pengukuran enam komponen membentuk tes CBC:

  1. Red blood cell (RBC) count atau perhitungan sel darah merah
  2. Hematocrit
  3. Hemoglobin
  4. White blood cell (WBC) count atau perhitungan sel darah putih
  5. Differential blood count (the “diff”)
  6. Platelet count atau perhitungan platelet

Hanya tiga pertama dari tes-tes ini: red blood cell (RBC) count, hematocrit, dan hemoglobin, adalah relevan pada diagnosis dari anemia.

Sebagai tambahan, mean corpuscular volume (MCV) juga seringkali dilaporkan pada CBC, yang pada dasarnya mengukur volume rata-rata dari sel-sel darah merah dalam sample darah. Ini adalah penting dalam membedakan penyebab-penyebab dari anemia. Unit-unit dari MCV dilaporkan dalam femtoliters, pecahan dari seperjuta liter.

Petunjuk-petunjuk bermanfaat lain pada penyebab-penyebab dari anemia yang dilaporkan pada CBC adalah ukuran, bentuk, dan warna dari sel-sel darah merah.

Mengambil Darah Untuk CBC

Darah diambil dengan venipuncture (menggunakan jarum untuk menarik darah dari vena) di lab, rumah sakit, atau tempat praktek dokter. Secara khas, darah diambil dalam tabung steril yang khusus dari vena lengan. Tabung mempunyai beberapa bahan-bahan pengawet untuk mencegah penggumpalan darah. Hasil-hasil mungkin tersedia dalam satu jam atau lebih lama tergantung pada setting.

Pada beberapa kejadian-kejadian, tes tempat praktek yang cepat yang disebut hemoglobin rapid test mungkin dilakukan yang menggunakan beberapa tetes-tetes darah dari tusukan jari tangan. Keuntungan dari tes yang cepat ini adalah bahwa hasil-hasil mungkin diperoleh dalam beberapa menit dan hanya beberapa tetes-tetes darah mungkin diperlukan.

Definisi Red Blood Cell (RBC) Count

Sel-sel darah merah atau red blood cells (RBCs atau erythrocytes) adalah tipe sel-sel yang paling umum dalam darah. Kita setiapnya mempunyai berjuta-juta dari sel-sel kecil ini yang berbentuk cakram. RBC count atau perhitungan RBC dilakukan untuk menentukan apakah jumlah dari sel-sel darah merah adalah rendah (anemia) atau tinggi (polycythemia).

Pada perhitungan RBC, jumlah dan ukuran dari RBCs ditentukan. Ini biasanya dilaporkan sebagi angka dari RBCs per volume yang spesifik, secara khas dalam jutaan dari RBC’s dalam micro-liters dari seluruh darah. Bentuk dari sel-sel darah merah juga dievaluasi dibawah mikroskop. Semua dari informasi-informasi ini, angka, ukuran dan bentuk dari RBCs, adalah bermanfaat dalam diagnosis dari anemia. Lebih jauh, tipe spesifik dari anemia mungkin ditentukan oleh informasi ini.

Definisi Hemoglobin

Hemoglobin adalah pigmen merah yang memberikan warna merah yang dikenal pada sel-sel darah merah dan pada darah. Secara fungsi, hemoglobin adalah senyawa kimia kunci yang bergabung dengan oksigen dari paru-paru dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh. Oksigen adalah penting untuk semua sel-sel dalam tubuh untuk menghasilkan tenaga.

Darah juga mengangkut karbon dioksida, yang adalah produk pembuangan dari proses produksi tenaga ini, kembali ke paru-paru darinya ia dihembuskan ke udara. Pengangkutan karbon dioksida kembali ke paru juga dilaksanakan oleh hemoglobin. Karbon dioksida yang terikat pada hemoglobin dilepaskan di paru-paru dalam pertukaran untuk oksigen yang diangkut ke jaringan-jaringan tubuh.

Arti Tingkat Hemoglobin Yang Rendah

Hemoglobin yang rendah disebut anemia. Ketika ada tingkat hemoglobin yang rendah, seringkali ada perhitungan sel darah merah yang rendah dan juga hematocrit yang rendah. Batasan-batasan acuan adalah sedikit berbeda dari satu sumber ke sumber lain, namun secara khas hemoglobin kurang dari 13.5 adalah abnormal pada laki-laki dan kurang dari 12.0 pada wanita-wanita.

Menentukan Hematocrit

Hematocrit secara spesifik adalah ukuran dari berapa banyak darah dibuat oleh sel-sel merah. Hematocrit adalah cara yang sangat nyaman untuk menentukan apakah perhitungan sel darah merah terlalu tinggi, terlalu rendah, atau normal. Hematocrit adalah ukuran dari proporsi darah yang terdiri dari sel-sel darah merah.

RBCs pada sample darah dikemasi menjadi kecil dengan memutar (spinning) tabung dalam centrifuge dibawah kondisi-kondisi yang telah ditentukan. Proporsi dari tabung yang terdiri dari RBCs kemudian diukur. Katakan bahwa itu adalah 45%. Hematocrit adalah 45.

Merawat Anemia

Perawatan dari anemia bervariasi sangat besar. Pertama, penyebab yang mendasari anemia harus diidentifikasikan dan dikoreksi. Contohnya, anemia sebagai akibat dari kehilangan darah dari borok lambung harus mulai dengan obat-obat untuk menyembuhkan borok (ulcer). Demikian juga, operasi seringkali perlu untuk mengeluarkan kanker kolon yang menyebabkan kehilangan darah kronis dan anemia.

Adakalanya suplemen-suplemen besi akan juga diperlukan untuk mengkoreksi kekurangan besi. Pada anemia yang parah, transfusi darah mungkin diperlukan. Suntikan-suntikan vitamin B12 akan diperlukan untuk pasien-pasien yang menderita pernicious anemia atau penyebab-penyebab lain dari kekurangan B12.

Pada pasien-pasien tertentu dengan penyakit sumsum tulang (atau kerusakan sumsum tulang dari kemoterapi ) atau pasien-pasien dengan gagal ginjal, epoetin alfa (Procrit, Epogen) mungkin digunakan untu menstimulasi produksi sel darah merah sumsum tulang.

Jika obat diperkirakan adalah tertuduhnya, maka ia harus dihentikan dibawah pengarahan dari dokter yang meresepkannya.

(dari berbagai sumber )

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s