Waspada Bahaya Merapi yang Lebih Dahsyat

Berbagai permasalahan akan timbul paska bencana erupsi gunung berapi. Kadangkala masalah tersebut dapat lebih serius bila tidak direncanakan dan ditangani dengan baik. Bencana tersebut selain mengakibatkan ancaman awan panas juga menimbulkan berbagai permasalahan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat. Dampak lingkungan yang terjadi adalah kekurangan air, debu vulkanik, bangkai manusia, bangkai binatang, sarana higiena sanitasi yang buruk lainnya.
Lingkungan demikian akan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyediaan air bersih seringkali terganggu, demikian pula masyarakat akan kesulitan mencari sarana kamar mandi dan WC. Buang air besar dan air kecil yang sembarangan dapat mempermudah penularan penyakit. Bila hal ini terjadi maka kebutuhan untuk pola hidup bersih jauh dari sempurna. Keadaan lingkungan akan semakin buruk bila terjadi pada daerah pengungsian. Jumlah manusia yang sangat banyak dan berjejal dalam satu ruangan memudahkan penyebaran penyakit baik lewat penularan melalui udara atau kontak langsung.

Justru penyebab utama infeksi saluran napas yang utama bukan karena debu vulkanik, tetapi karena daya tahan tubuh menurun karena kurang istirahat, stres, dan asupan nustrisi yang kurang. Karena daya tahan tubuh sangat buruk dan padatnya orang di penampungan pengungsi maka sangat mudah sekali terinfeksi penyakit infeksi menular apapun. Terutama yang paling mudah menyebar adalah infeksi Saluran napas Akut, Diare karena virus, campak, cacar air danberbagai infeksi menular lainnya.

Gangguan alam ini bukan hanya mengganggu manusia, binatang juga tak luput dari ancaman. Tidak hanya manusia, tetapi binatang seperti tikus, kucing dan anjing ikut binasa karena tertimbun reruntuhan . Bangkai manusia dan binatang yang belum terselamatkan dapat menimbulkan masalah kesehatan tersendiri. Pasca gempa yang diikuti musim penghujan dapat bersiko masalah kesehatan lainnya. Kasus penyakit demam berdarah bersiko meningkat, karena banyak terjadi genangan air dimana-mana yang menjadi berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

Bahaya lain yang dapat mengancam jiwa adalah terkena sengatan aliran listrik. Bangunan dan sarana listrik menjadi berantakan, bila aliran listrik dihidupkan beresiko trauma sengatan Bencana alam tersebut dalam kondisi tertentu akan mengakibatkan harta benda dan nyawa bisa terancam.

Berbagai kondisi ini akan mengganggu ekonomi dan psikologis masyarakat. Post Traumatic Stress Disorders adalah dampak psikologis bagi para korban, terutama pada anak-anak. Mereka akan selalu teringat dengan peristiwa buruk yang telah dialaminya. Gejala yang timbul adalah sering menangis, mudah marah dan berteriak, mimpi buruk, sulit tidur , tidak mau makan, tidak mau bermain. Keadaan ini akan menjadi lebih berat bila ditambah dengan beban psikologis kehilangan orangtua atau saudara. Dalam keadaan berat bisa mengakibatkan perasaan depresi yang lebih berat seperti hendak melakukan bunuh diri dan gangguan kejiwaan lain yang berkepanjanagan. Bila hal ini tidak ditangani segera akan dapat mengganggu kesehatan dan proses tumbuh dan berkembangnya anak. Usia anak daya tahan tubuhnya rentan, ditambah gangguan asupan gizi, trauma panas, hujan dan dingin, serta trauma psikis akan memperburuk keadaan. Berbagai keadaan tersebut akan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit dan ancaman jiwa paska bencana erupsi gunung berapi.

Dampak Kesehatan Erupsi Gunung Merapi

Waktu gunung meletus terdapat gas sulfatara atau belerang yang ikut keluar. Sebenarnya belerang dalam skala yang pas diperlukan tanaman juga. Kalau (sulfatara) banyak lalu menjadi hujan. Akan jadi hujan asam. Kalau hujan asam, tanahnya jadi asam. Tanaman yang tumbuh di tanah yang pH (derajat keasamannya)-nya sekitar 3 atau 4 bisa membuat tanaman tidak tumbuh dengan baik. Tanaman akan keracunan, juga bisa tumbuh kerdil. Tapi kalau tanahnya basa, kena hujan asam bisa mendekati netral. Tanah netral itu mengarah ke pH 7, itu tanah yang bagus. Kalau tanah pH-nya rendah maka unsur aluminium dan besi mudah larut sehingga tanaman akan keracunan atau kerdil. Sebaliknya di tanah yang basa, tanaman juga tidak bisa tumbuh baik karena unsur-unsurnya tidak mudah diserap tanaman.
Awan panas dari erupsi gunung berapi inilah yang paling bahaya dalam ancaman penyakit jiwa. Serangan awan panas yang sangat tinggi suhunya hingga mencapai 600 C dan kecepatannya yang tinggi hingga 100 km perjama ini sangat sulit dihindari bila tidak mengungsi ke saerah aman. Bahkan lokasi yang berdekatan dengan lokasi awan panas saja dapat mengakibatkan luka bakar parah. Apalagi langsung terkena awan panas secara langsung. Luka luka bakar inilah yang paling sering terjadi.

Debu Vulkanik

Debu vulkanik adalah masalah kesehatan lain dalam erupsi gunung berapi. Biasanya diameter butiran debu-debu yang bertebaran di udara ukurannya sangat kecil atau kurang dari 2 mikron, bisa terhirup oleh manusia dan masuk ke dalam saluran nafas dan paru, dapat menimbulkan gangguan pernafasan.
Menurut The International Volcanic Health Hazard Network, secara umum, abu vulkanik menyebabkan masalah kesehatan. Namun selain kesehatan, ada juga dampak yang yang ditimbulkan oleh abu dari gunung itu. Abu vulkanik yang baru saja jatuh memiliki kandungan lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru, kulit dan mata.

Lapisan asam akan mudah tercuci oleh air hujan, sehingga dapat mencemari persediaan air setempat. Abu asam juga dapat merusak tanaman, hal ini mengakibatkan kegagalan panen. Debu vulkanik runcing dan keras karena bahan dasarnya adalah silika. Hal itu hamopir sama sama dengan bahan kaca. Dipecah dari magma. Jadi magma merah dipecah jadi debu itu dan sifatnya menggerus. Debu vulkanik ini pembentukannya langsung karena ada tekanan gas magmatik. Fragmentasinya berbentuk material sejenis kaca (glass). Ketika gunung berapi meluncurkan debu vulkanik, unsur-unsur yang keluar tidak hanya silika, tetapi juga besi, aluminium, serta berbagai macam gas. Debu yang dikeluarkan oleh gunung meletus ini juga mengandung mineral kwarsa, kristobalit atau tridimit. Mineral ini adalah kristal silika bebas yang diketahui dapat menyebabkan silicosis atau kerusakan saluran nafas kecil di paru sehingga terjadi gangguan pertukaran gas di alveolus paru. Penyakit ini biasanya ditemukan pada pekerja tambang yang terpapar silika bebas dalam jangka panjang.

Beberapa jenis gas yang timbul akiat gunung meletus adalah uap air (H2O), diikuti oleh karbon dioksida (CO2) dan belerang dioksida (SO2). Selain itu, ditemukan juga jenis gas-gas lain dalam jumlah kecil seperti hidrogen sulfida (H2S). hidrogen (H2), karbon monoksida (CO), hidrogen klorida (HCl), hidrogen fluorida (HF) dan helium (He). Gas-gas ini pada konsentrasi tertentu bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, bronkhitis (radang saluran nafas) atau bronchopneumonia (radang jaringan paru), iritasi selaput lendir saluran pernapasan, iritasi kulit serta bisa juga mempengaruhi gigi dan tulang.

Orang-orang yang terpapar oleh debu vulkanik ini biasanya mengalami keluhan pada mata, hidung, kulit dan gejala sakit pada tenggorokannya. Gangguam kesehatan ini bisa akibat paparan akut jangka pendek atau dalam beberapa hari dan jangka panjang dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan. Potensi gangguan pernafasan yang mungkin timbul dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsentrasi partikel di udara, ukuran partikel tersebut dalam debu, frekuensi dan lamanya paparan, kondisi meteorologi, kondisi kesehatan dari setiap warga, ada atau tidaknya gas-gas vulkanik yang bercampur dengan abu serta penggunaan alat perlindungan pernafasan.

Gejala pernapasan akut yang sering dilaporkan oleh masyarakat setelah gunung mengeluarkan abu atau debu adalah iritasi selaput lendir dengan keluhan bersin, pilek dan beringus, iritasi dan sakit tenggorokan (kadang disertai batuk kering), batuk dahak, mengi, sesak napas, iritasi pada jalur pernapasan dan juga napas menjadi tidak nyaman. Gangguan ini akan lebih berat bila terkena pada orang atau anak yang sebelumnya mempunyai riwayat alergi saluran napasAn bronkitis kronis, emfisema, atau asma.

Debu vulkanik juga dapat mengiritasi selaput lendir mata, sehingga mengganggu penglihatan dan dapat terjadi infeksi sekunder pada mata. Gangguan ini akan lebih mudah timbul pada orang yang menggunakan lensa kontak. Umumnya gejala yang timbul adalah merasa seolah-olah ada benda asing di mata, mata terasa nyeri, gatal atau merah, mata terasa lengket, kornea mata lecet atau terdapat goresan, adanya peradangan pada kantung conjuctival yang mengelilingi bola mata sehingga mata menjadi merah, terasa seperti terbakar dan sensitif terhadap cahaya.

Kulit tubuh juga bisa terkena dampak abu. Meskipun jarang ditemukan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi kulit untuk sebagian orang, terutama ketika abu vulkanik tersebut bersifat asam. Hal ini ditandai dengan iritasi dan kulit yang memerah. Selain itu, infeksi bisa muncul karena garukan ke kulit.

Iritasi kulit merupakan kondisi yang jarang dilaporkan, biasanya masyarakat mengalami gatal-gatal, kulit memerah dan iritasi akibat debu yang ada di udara dan menempel di kulit. Kondisi ini bisa juga diakibatkan oleh perubahan kualitas air yang sudah tercemar debu vulkanik.

Upaya antisipasi Masyarakat di sekitar gunung berapi sebaiknya segera mengungsi untuk menghindari dampak yang lebih berbahaya lagi, tapi jika masih ingin bertahan sebaiknya gunakan selalu masker wajah untuk mengurangi paparan partikel debu.

Penggunaan Masker sebagai pencegaan utama dari paparan debu vulkanik

Penanganan dan Pencegahan

Bila tempat pengungsian sudah ada yang terjangkit penyakit menular seperti campak, maka instansi kesehatan seperti puskesmas atau dinas kesehatan harus segera melakukan imunisasi masal di daerah tersebut. Bagi masyarakat umum dan relawan sebaiknya memberi bantuan makanan dan minuman siap saji, makanan instan, susu bayi, air mineral, baju, selimut, plastik untuk alas dan atap tidur, pakaian layak pakai atau obat-obatan. Bantuan lain yang mungkin juga perlu untuk anak khususnya penanganan trauma pskis adalah berupa mainan, bacaan, alat tulis, alat gambar, alat sekolah, alat tulis, seragam dan baju sekolah. Perlu segera dibentuk bantuan dapur umum, penyediaan air bersih, tempat MCK, pengobatan gratis di sekitar pengungsian.
Dalam menangani gangguan trauma psikologis tersebut karena situasi dan keterbatasan sarana dan tenaga tidak perlu menunggu tenaga psikolog atau psikater. Para relawan harus dapat dapat memberikan terapi kepada anak-anak, seperti misalnya melalui terapi bermain, bernyanyi, bercerita, lomba anak-anak, menggambar, maupun dalam bentuk terapi-terapi lainnya yang tujuannya agar anak-anak lupa dengan peristiwa buruk yang pernah dialaminya.
Gunakanlah pakaian pelindung dan juga masker debu, alat perlindungan ini sebaiknya mudah diakses oleh masyarakat khususnya selama kondisi darurat. Jika ada masker, warga bisa menggunakan sapu tangan, kain atau baju untuk melindungi diri dari debu atau gas.
Anak, orang lanjut usia atau seseorang yang memiliki alergi atau saluran napas sensitif bronkhitis, sinusitis, emfisema dan asma disarankan untuk tetap tinggal di rumah atau mengungsi ke daerah lain untuk menghindari paparan debu. Jika ingin keluar rumah, sebaiknya gunakan masker, pakaian pelindung dan juga kacamata untuk menghindari iritasi. Bila sehabis keluar rumah sebaiknya mandi atau mencuci segera seluruh anggota tubuh termasuk seluruh bagian kulit, mata dan rambut
Usahakan untuk meminimalkan paparan debu dengan membersihkan debu sesering mungkin di dalam rumah. Semua lubang ventilasi atau pintiu harus sering ditutup
Bila terjadi luka bakar sekecil apapun sebaiknya harus dibawa ke rumah sakit atau dokter untuk mencegah komplikasi infeksi yang lebih berat
Selain dampak bagi kesehatan, lingkungan juga terkena dampaknya. Untuk transportasi, jarak pandang berkurang akibat abu vulkanik. Ini dapat menyebabkan kecelakaan. Bahaya ini diperparah oleh jalan yang ditutupi oleh abu. Tidak hanya marka jalan yang tertutup oleh abu vulkanik, namun jalanan menjadi sangat licin baik oleh abu basah maupun licin.
Pasokan energi listrik juga dipengaruhi oleh abu. Abu basah memiliki sifat yang konduktif, sehingga sangat penting memastikan pembersihan alat-alat listrik
harus diawali dengan memutus aliran listrik sebagai prosedur operasi yang aman.
Hujan abu juga dapat mengakibatkan terkontaminasinya air bersih, penyumbatan saluran air, serta kerusakan peralatan penyedia air bersih. Pasokan air terbuka seperti tangki air di rumah-rumah sangat rentan terhadap hujan abu. Sedikit saja abu yang masuk ke dalam tandon air dapat mengakibatkan permasalahan kelayakan air minum. Meskipun risiko racun rendah, tingkat keasaman air dapat berkurang atau. Selama dan setelah hujan abu, ada kemungkinan kekurangan air yang diakibatkan oleh kebutuhan air ekstra untuk bersih-bersih.
Untuk air minum yang sudah terkontaminasi, saringlah lebih dahulu sebelum diminum. Cara paling aman adalah dengan mempersiapkan stok air sebelum terjadinya hujan abu. Jika bergantung pada air hujan, tutuplah tangki air dan putus saluran pipa sebelum hujan abu turun.
Sayuran yang tertutup abu vulkanik di ladang aman untuk dikonsumsi asal sebelum dikonsumsi sayuran tersebut harus dicuci dengan air bersih.
Untuk membersihkan abu, berilah sedikit air pada abu vulkanik sebelum diangkat menggunakan sekop. Jangan di sapu. Penyapuan abu vulkanik kering akan menyebabkan abu terbang ke udara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s