Rehabilitasi Medik untuk Nyeri Punggung

kegiatan yg memicu nyeri punggung

Tahukah Anda, dua pertiga dari populasi dewasa suatu saat akan mengeluhkan low back pain atau nyeri pada punggung bawah. Keluhan nyeri punggung bawah ini berada di urutan kedua setelah keluhan gangguan pernapasan atas, yang mengharuskan si pasien untuk berobat ke dokter.

Low back pain (nyeri pada punggung bawah) dapat disebabkan oleh gangguan berbagai jaringan yang ada di punggung, seperti jaringan ikat, otot, tulang, dan persendian. Hal utama yang menjadi penyebab low back pain adalah cedera jaringan otot dan tulang serta proses penuaan (degeneratif) pada persendian dan jaringan ikat.

Prevalensi keluhan ini sama untuk laki-laki dan wanita, umumnya terjadi pada usia antara 35 sampai 50 tahun.

Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan low back pain, di antaranya:

  1. Kebiasaan atau pekerjaan angkat berat
  2. Obesitas (kegemukan)
  3. Kebiasaan postur tubuh yang salah.

Faktor risiko ini meningkatkan kemungkinan timbulnya keluhan nyeri punggung bawah, namun tanpa faktor pemicu tersebut pun keluhan tersebut juga dapat muncul.

Penanganan dengan rehabilitasi medis

Adapun langkah awal penanganan bagi penderita nyeri punggung bawah ini mencakup tiga hal:

1. Dengan mengistirahatkan punggung dari berbagai aktivitas yang dapat memperburuk kondisi punggung. Cara ini lebih baik bila dibandingkan dengan istirahat total. Penggunaan penyangga (dalam istilah medisnya: lumboscral support) dapat mengurangi nyeri dan kejang otot.

2. Kemudian pengobatan dengan anti nyeri (NSAIDs) dan muscle relaxan (pelemas otot) untuk meredakan rasa nyeri.

3. Lalu tindakan untuk meredakan nyeri dan peradangan.
Penggunaan kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan untuk 48 jam pertama yang disebabkan terkilir dan otot yang tegang atau kaku.

Selanjutnya dalam penanganan dokter rehabilitasi medik, tindakan dilanjutkan dengan terapi peregangan punggung, penguatan otot punggung, dan program stabilisasi punggung. Latihan mekanika dan postur tubuh juga merupakan bagian penting rehabilitasi untuk mengatasi terkilir atau otot kaku.

Tindakan untuk meredakan nyeri diberikan secara selaras dengan program peregangan dan penguatan punggung. Tindakan ini mencakup antara lain terapi panas atau dingin dengan menggunakan alat. Selain itu manipulasi manual akan sangat membantu meningkatkan rentang gerak dan meredakan rasa nyeri.

Kesimpulannya, rehabilitasi nyeri punggung dibagi menjadi dua fase, yaitu fase akut (saat si penderita sedang merasakan sakitnya) dan fase subakut (saat si penderita melewati rasa sakitnya). Dalam fase akut, tujuan program rehabilitasi adalah:

  1. Edukasi pada pasien dan perlindungan pada bagian tubuh yang cedera
  2. Mengatasi nyeri dan meredakan peradangan.
  3. Mobilisasi (bergerak atau beraktifitas) sedini mungkin.
  4. Program terapi atau latihan.

Sedangkan dalam fase subakut, tujuan program rehabilitasi adalah:

  1. Pergerakan yang bebas nyeri pada jaringan yang cedera.
  2. Mengoptimalisasi kekuatan, daya tahan, dan koordinasi sistem neuromuskular (saraf dan otot) punggung.
  3. Memulihkan penderita agar dapat kembali menjalani aktivitas normal.
  4. Mencegah kecederaan lebih lanjut dan nyeri punggung berulang.
2 Komentar

2 thoughts on “Rehabilitasi Medik untuk Nyeri Punggung

  1. Ping-balik: Baju For Sale | Question for bajuforsale.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s