Siaga BENCANA

Saat ini, Negara kita sedang dilanda berbagai macam bencana. Mulai dari Gempa,Tsunami,Kebakaran,Banjir,Gunung Berapi yang erupsi dan lain2. Oleh karena itu, sangatlah perlu bagi kita semua,baik yang masyarakat umum ataupun kalangan medis,untuk mengetahui dan memhami tindakan2 apa saja yang perlu kita lakukakan ketika bencana itu datang.

Ada tiga aspek mendasar dalam manajemen bencana, yaitu

  • Respons terhadap bencana
  • Kesiapsiagaan menghadapi bencana
  • Minimisasi (mitigasi) efek bencana

 

Ketiga aspek manajemen bencana tersebut bersesuaian dengan fase-fase dalam “Siklus bencana”

Tindakan pascabencana meliputi tanggapan atau respons, rehabilitasi, dan rekonstruksi atau pembangunan kembali. Periode rekonstruksi memberikan suatu kesempatan untuk menerapkan program mitigasi bencana sektor kesehatan dan untuk memulai atau menggalakkan program kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Tujuan khusus dari upaya kesiapsiagaan bencana adalah menjamin bahwa sistem, prosedur, dan sumber daya yang tepat siap di tempatnya masing-masing untuk memberikan bantuan yang efektif dan segera bagi korban bencana sehingga dapat mempermudah langkah-langkah pemulihan dan rehabilitasi layanan.

Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan suatu aktivitas lintas-sektor yang berkelanjutan. Kegiatan itu membentuk suatu bagian yang tak terpisahkan dalam system nasional yang bertanggung jawab untuk mengembangkan perencanaan dan program pengelolaan bencana.

Tugas sistem kesiapsiagaan:

  • Mengevaluasi risiko yang ada pada suatu negara / daerah tertentu terhadap bencana
  • Menjalankan standar dan peraturan
  • Mengatur sistem komunikasi, informasi dan peringatan
  • Menjamin mekanisme koordinasi dan tanggapan
  • Menjalankan langkah-langkah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan dan sumber daya lain yang tersedia untuk meningkatkan kesiapan dan dapat dimobilisasikan saat situasi bencana
  • Mengembangkan program pendidikan masyarakat
  • Mengoordinasi penyampaian informasi pada media massa
  • Mengorganisasi latihan simulasi bencana yang dapat menguji mekanisme respons / tanggapan

Kebijakan dan Peraturan Kesehatan terkait Bencana di Indonesia:

  • UU No. 4 Tahun 1984 ttg Wabah Penyakit Menular
  • UU No. 24 Tahun 2007 ttg Penanggulangan Bencana
  • Permenkes No. 949/Menkes/SK/VIII/2004 ttg Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini KLB
  • SK Menkes No. 145/Menkes/SK/I/2007 ttg Pedoman Penanggulangan Bencana bidang Kesehatan
  • SK Menkes No. 1105/Menkes/SK/IX/2007 ttg Pedoman Penanganan Medis Korban Massal Akibat Bencana Kimia
  • Kebijakan dan peraturan lain silahkan kunjungi http://www.ppk-depkes.org

Persiapan rencana bencana

  1. Identifikasi segala kemungkinan kondisi kesehatan berdasarkan hasil analisis bahaya dan kerentanan, dan gunakan pengetahuan ini sebagai dasar untuk menciptakan sebuah rencana bencana
  2. Buat daftar semua kejadian dan kebutuhan kesehatan yang mungkin muncul akibat kondisi yang berbeda. Perencanaan harus diarahkan ke tujuan yang spesifik dan realistis
  3. Rencanakan gambaran utama respons atau tanggung jawab administrasi
  4. Bagilah rencana dalam unit-unit mandiri sesuai yang diperlukan
  5. Sebarluaskan rencana. Orang yang berperan dalam rencana bencana harus sangat memahami rencana itu
  6. Adakan latihan untuk menguji rencana secara berkala. Rencana tidak realistis jika tidak diuji
  7. Masukkan sistem untuk peringatan dan informasi dini sehingga masyarakat dapat melaksanakan langkah-langkah perlindungan diri / mencari penampungan sementara jika perlu mengungsi
  8. Susun suatu paket informasi dasar, misalnya GIS, demografi, epidemiologi

Program kesehatan teknis

Saat terjadi bencana, sektor kesehatan bertanggung jawab untuk merawat korban, melakukan surveilans epidemiologi dan pengendalian penyakit, sanitasi dasar dan rekayasa sanitasi, mengawasi pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian dan penampungan sementara, pelatihan, sumber daya dan logistik.

Tanggung jawab sektor kesehatan pascabencana praktis mencakup semua aspek operasi normal pra-bencana. Kesiapsiagaan harus ditujukan pada semua kegiatan kesehatan dan sektor lainnya dan tidak bisa dibatasi pada aspek pengelolaan korban massal dan layanan kegawatdaruratan saja.

1. Penanganan korban

Rencana bencana pra-rumah sakit terfokus pada pencarian dan penyelamatan korban yg memerlukan personil medis spesialis atau peralatannya. Aktivitas lain pra-RS: pertolongan pertama di lokasi bencana, pemberian penanganan segera, dan proses triase (triage).

Rencana  bencana RS mengacu pada organisasi yang ada di dalam RS yang terfokus pada: pengembangan rencana kedaruratan, pelatihan, informasi, keselamatan pasien dan personil RS, pengungsian, ketersediaan obat dan peralatan medis, dan sistem cadangan untuk komunikasi, listrik, air, dan transportasi

Triage ditujukan untuk “cenderung melakukan yang baik untuk jumlah besar”. Korban-korban dipilih agar segera bisa ditolong sesuai dengan kebutuhannya. Prioritas harus diberikan kepada korban yang terancam kehidupannya dan yang mempunyai kemungkinan besar untuk bertahan bila segera ditolong.

4 Kategori Triage (Singapore)

  • Prioritas I : Korban cedera serius/berat (label merah) dengan problem kehidupan terancam memerlukan perhatian segera. Jangan dipindahkan.
  • Prioritas II : Korban cedera sedang (label kuning) membutuhkan pertolongan cukup segera. Jangan dipindahkan.
  • Prioritas III : Korban ringan (label hijau). Cedera ringan saja. Bisa dipindahkan.
  • Prioritas IV : Korban meninggal (label hitam).

2. Identifikasi jenazah

Identifikasi jenazah memerlukan koordinasi dengan bagian kedokteran forensik. Diperlukan pengembangan prosedur identifikasi dan pengawetan jenazah, surat keterangan kematian, dan transportasi

3. Surveilans epidemiologi dan pengendalian penyakit

Tipe bencana menentukan derajat kesakitan dan kematian di suatu populasi. Diperlukan pengembangan dalam hal: daftar potensial penyakit yang terkait dengan tipe bencana, sistem pengumpulan data, program untuk pengendalian vektor, penyakit diare dan masalah gizi. Kecelakaan terkait teknologi memerlukan sistem surveilans khusus.

4. Sanitasi dasar dan rekayasa sanitasi

Mencakup: sistem penyediaan air dan pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, pengelolaan makanan, pengendalian vektor, dan sanitasi rumah. Pengembangan rencana untuk memastikan bahwa layanan vital tersebut tidak terputus saat bencana

5. Manajemen kesehatan di pengungsian

Pengembangan program kesehatan dasar bagi tempat penampungan sementara, termasuk sistem surveilans dan pengendalian penyakit menular dan sistem surveilans gizi, Imunisasi dasar bagi anak balita, Pendidikan kesehatan dasar bagi penghuni perkampungan sementara

6. Pelatihan personil kesehatan

Meliputi: Pelatihan khusus dalam pertolongan pertama, metode SAR, higiene masyarakat untuk populasi yang berisiko; Pengembangan kurikulum; Penelitian selama fase bencana untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap perbaikan program pengelolaan bencana atau untuk menandai dampak suatu bencana terhadap kesehatan masyarakat

7. Sumber daya dan logistik

Sektor kesehatan hrs memiliki anggaran untuk aktivitas kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana. Pemeliharaan stok obat, bahan makanan, dll

8. Latihan simulasi

Simulasi merupakan cara untuk menjaga agar rencana tetap sesuai dengan keadaan, khususnya selama periode panjang saat kondisi kedaruratan tidak terjadi. Teknik simulasi meliputi:

  • Latihan simulasi “desktop”, menggunakan skenario di atas kertas atau komputer untuk meningkatkan koordinasi dan informasi, serta menguji proses pembuatan keputusan
  • Latihan lapangan, menguji secara nyata pelaksanaan suatu rencana bencana
  • Latihan “Drill”, dirancang untuk menanamkan keahlian khusus pada pelaksana teknis (SAR, ambulans, damkar)

 

Tinggalkan komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s